May 29, 2013

Deal With It

Saya nggak jarang mendengar cerita siapa tidak menyukai siapa berujung pada permusuhan atau siapa bermusuhan dengan siapa. Jujur saja saya dulu juga begitu. Dulu. Sebelum saya bertemu lebih banyak orang dan lebih banyak belajar. Pemikiran saya perlahan-lahan mulai terbuka ketika memasuki masa SMA dimana saya sadar bahwa tidak semua hal yang tidak saya suka bisa saya gugat. Iya, saya belajar untuk memiliki rasa toleransi yang tinggi.

Akan selalu ada yang suka dan tidak suka pada kita kan? Apalagi saya yang kalau diam kelihatan galak atau sengak... atau keduanya. I'm good with that. Tinggal bagaimana menanggapinya. Kalau saya pribadi, selama seseorang hanya tidak suka dan tidak sampai mengganggu hidup saya, saya akan diam. Kalau mulai bikin gerah, saya pilih samperin orangnya ketimbang ngomong di sosial media tanpa sebut nama yang akhirnya kesindir sejagat raya. Saya nggak bisa memaksa orang lain menyukai saya kan? Saya juga nggak mau hidup saya dikontrol sama suka-tidak sukanya orang lain. Sedih amat. Maka, dalam opini saya nggak ada yang namanya musuh. Yang ada hanya orang - orang yang tidak menyukai kita, entah itu tingkah, pemikiran, atau ucapan.

Jangan berlebihan.

Seenggak sukanya saya sama orang pun, saya nggak akan anggap dia musuh. Buat apa. Nanti kepikiran, nanti ngebakar kalori dalam tubuh saya yang nggak seberapa ini.

No comments:

Post a Comment