February 6, 2013

But, Midnight...


Karena malam masih mau menampakkan diri, maka bersyukurlah. Pemikiran abadi ada di tengahnya. Hitungan menit dan semua merasuk semakin dalam dan dalam. Lelah bahkan tak mau mengalah. Ia membiarkan ia berkelana semakin dalam, untuk mencurahkan yang tertahan di siang. Ia membiarkan ia memegang kendali. Sementara bagian ia yang lain tahu, bukan itu yang diinginkan. Ironi? Sebut saja begitu.

Toh, malam masih tersenyum padanya. Masih mampu mengalahkan lelahnya.

No comments:

Post a Comment