October 1, 2012


Diam - diam saya mengikuti kamu. Tapi ketika di persimpangan kalau kamu cuma berusaha jalan terus tanpa tahu direksi, saya pilih berhenti. Ketika ada penghalang, kamu terdiam sebentar dan menerobos. Yang kamu tahu adalah kamu berjalan tanpa henti. Saya masih tetap di persimpangan. Memilih mengikutimu, berharap kamu kembali ke tempat saya berdiri, atau saya pilih jalan saya sendiri? Kamu tidak memberi pilihan lain. Sebenarnya kamu tidak memberi pilihan apapun. Saya tidak bisa membacamu, sedikitpun. Saya bisa apa?

-Ocehan dari sudut kanan-

No comments:

Post a Comment